Pilih Bahasa  
Book's Detail
: Posisi Tangan Saat Berdiri Shalat

Ketika shalat, kadang Kita temui beragam model orang ketika berdiri. Ada yang bersedekap dan ada yang tidak bersedekap. Saat bersedekap pun kadang ada yang di dada atas, ada yang di dada bawah, ada yang diantara dada dan pusar bahkan ada yang dibawah pusar.

Manakah dari model diatas yang Nabi lakukan? Apakah semuanya benar atau hanya satu yang benar dan sisanya keliru? Tentu tiap pendapat ada landasan dalilnya masing-masing.

Hanya saja, ada kalangan yang dengan berani mengatakan yang paling benar adalah di dada, karena itulah yang ada dalilnya paling shahih dengan menafikan perbedaan pendapat ulama. Benarkah seperti itu? Bagiamana dengan perbedaan pendapat ulama terkait posisi tangan saat i'tidal?
A. Sifat Shalat Ulama itu Sifat Shalat Nabi

B. Pendapat Empat Mazhab
1. Tidak Bersedekap: al-Malikiyyah
2. Dibawah Pusar: al-Hanafiyyah dan Riwayat dari Hanabilah
3. Di Bawah Dada dan Diatas Pusar: as-Syafi’iyyah dan Riwayat dari Malikiyyah
4. Boleh dibawah pusar atau diatasnya: Riwayat ketiga dari Imam Ahmad bin Hanbal.
5. Diatas dada: Ulama kontemporer

C. Madzhab Hanbali: Makruh Meletakkan Tangan di Dada

D. Sebab-Sebab Perbedaan Pendapat
1. Dalil Tidak Meletakkan Tangan
2. Dalil Meletakkan Tangan Dibawah Pusar
3. Dalil Meletakkan Tangan diantara Dada dan Pusar
4. Dalil Meletakkan Tangan Diatas Dada
a. Hadits Muammal bin Ismail
b. Hadits Yahya bin Said dari Hulb at-Thai’y:
c. Hadits Mursal Thawus bin Kaisan (w. 101 H)

E. Sufyan at-Tsauri dan Ishaq bin Rahawaih

F. Posisi Tangan Saat I’tidal
1. Tidak Bersedekap Lagi
2. Bersedekap

Pernyataan Tanggungjawab
Pengarang Hanif Luthfi - Personal Name
Edisi
No. Panggil 001.3 HAN p
ISBN/ISSN
Subyek e-Book
Klasifikasi
Judul Seri
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit
Tahun Terbit 2019
Tempat Terbit
Deskripsi Fisik 41 hlm
Info Detil Spesifik
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...